Ranking 120 Tak Jadi Masalah, John Herdman Siap Tingkatkan Level Timnas Indonesia

PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia setelah melalui proses seleksi yang panjang dan terstruktur. Keputusan ini bukanlah langkah instan, melainkan hasil pertimbangan matang oleh jajaran Komite Eksekutif (Exco) dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, dengan menimbang kebutuhan jangka pendek dan visi jangka menengah tim nasional.
Menurut Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, proses pencarian pelatih dilakukan secara sistematis. Pada tahap awal, lima nama masuk radar tim seleksi, kemudian dipersempit menjadi dua kandidat yang menjalani wawancara mendalam sebelum keputusan final dibahas di rapat Exco.
“Sekarang kita punya Direktur Teknik yang bertugas mencari pelatih paling cocok. Dari lima nama, mengerucut menjadi dua, lalu dibawa ke rapat Exco untuk diputuskan,” jelas Arya.
Setelah melalui proses tersebut, Herdman terpilih karena memiliki pengalaman menangani tim nasional dan gaya kepelatihan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Rekam jejaknya menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan.
“Kita berdiskusi di Exco, dan John Herdman dipilih karena pengalaman menangani tim nasional,” ujar Arya.
Selain pengalaman, Herdman juga dikenal fleksibel secara taktik. Arya menyebut pelatih asal Inggris ini mampu mengubah formasi hingga tiga kali dalam satu pertandingan, menunjukkan kecerdasan dan adaptabilitas yang sangat dibutuhkan tim.
“Dia dikenal sebagai pelatih ‘bunglon’. Dalam satu laga bisa mengganti formasi beberapa kali, ini fleksibilitas dan kecerdasan taktik yang kita butuhkan,” tambah Arya.
Dalam tim pelatih Herdman, akan ada dua asisten asing yang masing-masing fokus pada aspek fisik dan teknis, guna meningkatkan kualitas latihan dan performa pemain. Sedangkan untuk posisi asisten lokal, PSSI masih menyeleksi kandidat agar ada kesinambungan program pembinaan dari level senior hingga U-23.
“Dua asisten asing sudah ada, satu untuk fisik, satu untuk teknis. Untuk pelatih lokal masih dalam proses seleksi agar ada kesinambungan program,” jelas Arya.
John Herdman tertarik menukangi Timnas Indonesia karena melihat potensi besar meski peringkat FIFA tim saat ini berada di urutan sekitar 120. Menurut Arya, Herdman menilai Indonesia memiliki pemain berkualitas, termasuk diaspora yang berkarier di luar negeri, sehingga proyek ini menjadi tantangan sekaligus peluang strategis.
“Pemain-pemainnya banyak yang bermain di luar negeri, kualitas bagus. Tantangannya besar, tapi resources-nya juga baik,” ujar Arya. “Dia juga melihat ada pemain berdarah Indonesia di luar negeri yang bisa direkrut. Itu peluang besar sekaligus tantangan menarik.”
PSSI mengikat Herdman dengan kontrak 2+2 tahun. Dua tahun pertama difokuskan pada pembangunan tim dan pengembangan tanpa tekanan hasil instan, dan jika berjalan sesuai target, kontrak dapat diperpanjang dua tahun berikutnya.
“Kontrak 2+2 tahun. Dua tahun pertama untuk membangun tim, kalau hasilnya bagus, dilanjutkan dua tahun lagi,” ungkap Arya.
Herdman dijadwalkan langsung memimpin Timnas Indonesia di FIFA Series, yang akan menghadirkan lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi sebagai bagian dari proses pengembangan tim. Setelah itu, tim akan bersiap menghadapi Piala AFF sebelum fokus pada Piala Asia tahun depan.
“Yang terdekat adalah FIFA Series. Setelah itu ada Piala AFF, lalu tahun depan fokus ke Piala Asia,” tutup Arya.
Dapatkan informasi seputar dunia sepakbola dan olahraga lainnya secara gratis hanya di https://www.strategibola.com.