HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Khofifah Tegaskan AI Tak Terpisahkan dari Pendidikan, Peran Guru Tetap Tak Tergantikan

 

JatimRadar.com – Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan. Meski begitu, peran guru tetap menjadi faktor penentu dalam membentuk karakter dan nilai peserta didik.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jatim 2025 di Kota Malang.

AI Sebagai Alat, Guru Tetap Pusat Pendidikan

Khofifah menyampaikan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan AI sudah menjadi kebutuhan dalam proses pembelajaran modern. Namun, teknologi tidak boleh dipahami sebagai pengganti peran pendidik.

Menurutnya, teknologi hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, sementara esensi pendidikan tetap berada pada interaksi manusia, khususnya guru.

“AI dan teknologi adalah tools. Guru berada di balik teknologi dengan nilai dan karakter yang kuat, dan itu tidak tergantikan,” ujar Khofifah.

Guru Berperan Menanamkan Nilai dan Etika

Khofifah menekankan bahwa guru memiliki posisi strategis karena berperan langsung dalam menanamkan nilai, etika, dan kepekaan sosial kepada peserta didik. Teknologi, kata dia, tidak memiliki dimensi nilai apabila tidak diarahkan oleh manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa guru merupakan figur yang digugu lan ditiru, sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus tetap berpijak pada penguatan karakter.

“Pendidikan tidak berada dalam ruang hampa. Digitalisasi harus sejalan dengan penguatan karakter,” tegasnya.

Digitalisasi Harus Perkuat Kualitas Pembelajaran

Dalam konteks kebijakan pendidikan, Khofifah menegaskan bahwa transformasi digital perlu dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi semata.

Teknologi diharapkan mampu memperdalam pemahaman materi, memperkaya interaksi belajar, serta mendorong kreativitas peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Disdik Jatim Dorong Guru Jadi Inovator Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa transformasi digital pendidikan diarahkan untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih relevan dan inklusif.

Menurut Aries, peran pendidik ke depan tidak lagi sebatas pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang dan pencipta solusi pembelajaran berbasis digital.

“Kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator dalam teknologi pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Jatim telah mengimplementasikan platform Jatim Learning Digital Vault, yang menyediakan pembelajaran berbasis video dan modul interaktif. Platform tersebut dapat diakses oleh guru dan siswa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

 

Posting Komentar