Mahasiswa dan Ojol Malang Gelar Aksi Solidaritas untuk Affan di Alun-Alun
Malang, JatimRadar.com – Ratusan mahasiswa bersama komunitas ojek online (ojol) menggelar aksi solidaritas di Alun-alun Malang, Jumat (29/8/2025). Massa berpakaian serbahitam itu turun ke jalan untuk mengenang Affan Kurniawan (21), driver ojol yang meninggal usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta sehari sebelumnya.
Pantauan
di lokasi, mahasiswa mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB. Tak lama
berselang, puluhan pengemudi ojol ikut bergabung dan memenuhi area aksi sekitar
pukul 16.40 WIB.
Mimbar Bebas dan Doa Bersama
Dalam
aksinya, mahasiswa menggelar mimbar bebas untuk menyuarakan kritik atas tindak
kekerasan aparat yang menewaskan Affan. Mereka menuntut keadilan dan meminta
agar kasus ini diusut tuntas.
Selain
orasi, massa juga menggelar doa bersama untuk almarhum. Para driver ojol
turut membagikan bunga mawar putih kepada warga yang melintas sebagai
simbol duka cita dan solidaritas.
Yulia,
seorang pengemudi ojol asal Batu, menyampaikan bahwa aksi berbagi bunga ini
merupakan bentuk kepedulian kepada sesama rekan sejawat.
“Kita
berharap Indonesia lebih baik lagi, bukan seperti ini. Kami ikut berduka cita,”
ujar Yulia.
Ia
menuturkan, awalnya aksi itu menargetkan pembagian seribu bunga mawar. Namun,
keterbatasan biaya membuat mereka hanya mampu mengumpulkan sekitar 700 bunga
hasil donasi.
Kritik terhadap Kekerasan Aparat
Lelis,
ojol asal Malang yang juga turut aksi, menyesalkan tindakan aparat hingga
mengakibatkan hilangnya nyawa Affan. Ia berharap tragedi serupa tidak terulang.
“Harapannya
supaya tidak ada lagi kekerasan terhadap siapapun, dalam segala aspek
kehidupan,” katanya.
Menurut
Lelis, peristiwa ini menjadi refleksi bahwa Indonesia butuh perbaikan serius,
terutama terkait kebijakan DPR RI yang dinilai masih banyak merugikan
masyarakat.
“Banyak
yang harus diperbaiki, terutama DPR,” ujarnya menegaskan.
Tuntutan Keadilan
Para
peserta aksi kompak menyuarakan tuntutan agar pemerintah dan aparat penegak
hukum mengusut kasus ini secara transparan. Mereka menekankan bahwa korban
berhak mendapat keadilan.
“Beliau
teman seprofesi di jalan. Kami tetap menuntut keadilan buat Affan,” pungkas
Yulia.