HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ilmuwan Sebut Manusia Bisa Hidup hingga 20.000 Tahun Jika Teknologi Ini Tercipta




Bayangkan jika manusia bisa hidup bukan hanya ratusan, melainkan ribuan tahun. Sejumlah ilmuwan menyebut hal itu mungkin terjadi dengan bantuan teknologi tertentu, bahkan potensi usia manusia bisa mencapai hingga 20.000 tahun.

Penelitian yang membahas topik ini berfokus pada konsep “mind uploading” atau pengunggahan pikiran. Teknologi tersebut memungkinkan kesadaran manusia dipindahkan ke dalam sistem komputer supercanggih atau bentuk kecerdasan buatan. Dengan cara ini, manusia tak lagi terbatas oleh usia biologis tubuh, melainkan dapat “hidup” dalam bentuk digital.

Teknologi Pengunggahan Pikiran

Dalam teori ini, otak manusia akan dipindai secara detail hingga ke tingkat sel saraf, lalu dipetakan dan dipindahkan ke perangkat digital. Hasilnya adalah salinan pikiran, memori, dan kesadaran yang bisa berfungsi layaknya manusia asli, hanya saja dalam medium non-biologis.

Jika teknologi ini benar-benar terwujud, maka seseorang dapat terus hidup selama sistem digital yang menampung kesadarannya berfungsi. Hal inilah yang membuka kemungkinan manusia untuk memiliki rentang hidup hingga 20.000 tahun, bahkan lebih lama lagi.

Tantangan yang Dihadapi

Meski terdengar futuristis, para ahli menegaskan bahwa teknologi ini masih sebatas teori dan jauh dari kenyataan. Ada sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi, antara lain:

  1. Kompleksitas otak manusia – Otak terdiri dari sekitar 86 miliar neuron, dan memindahkan seluruh informasi di dalamnya ke bentuk digital merupakan pekerjaan raksasa yang belum mungkin dilakukan.
  2. Aspek etika dan identitas – Jika kesadaran dipindahkan, apakah itu benar-benar masih “manusia yang sama” atau hanya salinan digitalnya?
  3. Ketahanan teknologi – Kehidupan dalam bentuk digital membutuhkan sistem penyimpanan dan perangkat yang sangat stabil agar tidak rusak seiring waktu.

Potensi Masa Depan

Meskipun masih berupa spekulasi, ide ini membuka diskusi menarik tentang masa depan manusia. Beberapa ilmuwan optimistis bahwa kemajuan dalam kecerdasan buatan, neuroscience, dan teknologi komputasi suatu saat bisa mendekatkan umat manusia pada kemungkinan tersebut.

Selain itu, jika suatu hari teknologi pengunggahan pikiran benar-benar tercipta, bukan hanya soal umur panjang yang menjadi dampaknya, tetapi juga akan muncul perdebatan mengenai hak, hukum, dan makna hidup itu sendiri.

 


Posting Komentar