Ditemukan Mural 3D Warna-warni Berusia 3.000 Tahun di Peru
Sebuah penemuan arkeologi mengejutkan datang dari Peru. Tim peneliti berhasil menemukan mural tiga dimensi (3D) berwarna-warni yang diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun. Temuan ini dianggap sebagai salah satu bukti penting perkembangan seni dan budaya masyarakat kuno di wilayah Andes.
Detail Penemuan
Mural tersebut ditemukan di situs arkeologi bernama Vichama,
sebuah kompleks kuno yang terletak di provinsi Huaura, sekitar 150 kilometer
dari ibu kota Lima. Situs ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu
pusat kebudayaan tua di Peru, namun temuan mural 3D dengan warna yang masih
terlihat jelas menjadi hal yang sangat langka.
Para peneliti menggambarkan mural itu memiliki relief
timbul, dihiasi dengan warna cerah seperti merah, kuning, dan putih. Motif yang
terpahat menunjukkan sosok manusia serta simbol-simbol yang diduga berhubungan
dengan kepercayaan atau ritual masyarakat pada masa itu.
Makna Simbolis
Menurut para ahli, mural tersebut kemungkinan besar
menggambarkan pandangan masyarakat kuno tentang kesuburan, kehidupan, dan
keseimbangan alam. Salah satu bagian mural menunjukkan figur manusia dengan
tangan terangkat, yang bisa diartikan sebagai simbol doa atau penyembahan.
Keberadaan warna pada mural ini juga menjadi bukti bahwa
masyarakat kuno Peru sudah mengenal teknik pewarnaan yang canggih, serta
memiliki nilai estetika yang tinggi dalam seni rupa mereka.
Nilai Historis
Penemuan mural berusia ribuan tahun ini tidak hanya
memperkaya pengetahuan mengenai kebudayaan Peru kuno, tetapi juga memberikan
gambaran lebih jelas mengenai kehidupan sosial dan spiritual mereka. Situs
Vichama sendiri telah menjadi lokasi penelitian arkeologi selama lebih dari
satu dekade, dan setiap temuan baru selalu menambah wawasan mengenai peradaban
yang pernah berjaya sebelum lahirnya kerajaan Inca.
Pelestarian Temuan
Saat ini, mural tersebut sedang dalam tahap konservasi agar
tetap terjaga keasliannya. Para arkeolog bekerja sama dengan pemerintah Peru
untuk memastikan bahwa situs bersejarah ini dapat dilestarikan dan suatu saat
bisa menjadi destinasi penelitian serta wisata budaya.