HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ana/Tiwi Tersingkir di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2025




Paris, 30 Agustus 2025 – Ganda putri andalan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi (dikenal sebagai Ana/Tiwi), harus mengakhiri perjuangan mereka di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis (BWF World Championships) 2025. Mereka dihentikan oleh pair Jepang, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, setelah tumbang dua gim langsung, 15-21 dan 16-21 .

Pertandingan yang berlangsung di Court 2, Adidas Arena, Paris, Sabtu (30/8) dini hari WIB itu berlangsung ketat di gim pertama. Ana/Tiwi sempat memimpin dengan skor 3-0, kemudian kembali unggul 9-7, serta sempat menyamakan skor 14-14 sebelum akhirnya dipaksa menyerah 15-21 .

Memasuki gim kedua, laga kembali berlangsung sengit. Namun sesudah skor 6-6, pasangan Jepang memperlebar jarak secara agresif, meningkatkan tekanan hingga Ana/Tiwi tak mampu mengejar dan kalah 16-21 .

Dengan hasil ini, Ana/Tiwi gagal mengikuti jejak satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan: Putri Kusuma Wardani (Putri KW), yang berhasil melaju ke semifinal setelah menang dramatis atas Pusarla V. Sindhu dari India dengan skor 21-14, 13-21, dan 21-16 


Rekap Performa Wakil Indonesia di Perempat Final

Wakil Indonesia

Lawan (Skor)

Hasil

Ana/Tiwi (ganda putri)

vs Rin Iwanaga / Kie Nakanishi (Jepang): 15-21, 16-21

Tersingkir di perempat final

Putri Kusuma Wardani (tunggal putri)

vs Pusarla V. Sindhu (India): 21-14, 13-21, 21-16

Melaju ke semifinal

Jonatan Christie (tunggal putra)

vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand): 14-21, 21-18, 8-21

Tersingkir di perempat final 


Kesimpulan

Ana/Tiwi menutup kiprah mereka di Kejuaraan Dunia 2025 dengan perjuangan yang sengit namun belum cukup untuk melaju ke semifinal. Usaha keras mereka patut diapresiasi, meski belum membuahkan hasil maksimal. Sementara itu, Putri KW menjadi harapan Indonesia selanjutnya di Kejuaraan Dunia, menyandang status satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke semifinal di sektor putri.

 


Posting Komentar